Kopling hidrolis, makin kesini makin simpel

Pagi masbro..

Sepeda motor dengan kopling manual, kebanyakan sih disebut motor laki meski ada juga motor bebek berkopling, memang punya kesulitan berbeda. Selain kudu paham jarak main kopling saat memindahkan gigi persneling, pengendara juga harus menarik tuas, untuk menggerakkan kawat sling dalam kabel kopling, supaya plat dan kampas kopling meregang dan bebas

Saat itulah, gigi persneling bisa dipindahkan dengan nyaman. Kopling manual ini, yang menggunakan kawat sling, sering jadi biang tangan kiri pegal karena harus menahan dan mengoperasikan tuas kopling. Era tahun 90an, pemikiran kreatif dari bengkel-bengkel motor, terutama bengkel oprek motor balap, berupaya meringankan kerja kopling. Maksudnya, bikin kopling lebih enteng, dan nyaman buat tangan pengendara. Akhirnya, dipakailah sistem hidrolis.

Sistem ini, menggunakan cairan minyak rem sebagai perantara penekan. Gampangnya, mengganti sistem tuas penggerak kabel kopling yang akhirnya menonjok plat kopling. Rada ekstrem, karena kudu melubangi bak mesin kanan untuk memasang piston penonjok hidrolis.

Kira-kira, seperti ini lengkapnya. Memang sih, hasilnya, menurut cerita kala itu, tuas kopling jadi ringan dan enteng. Berasa menekan tuas rem saja, sehingga nggak bikin pegal dan capek tangan kiri.

Namun, kerjaan ribet, ongkos mahal dan mengorbankan bak mesin kanan, menjadi alasan kopling hidrolis buat motor nggak tenar dan nggak banyak diaplikasi

Mulai ada perubahan ketika negeri api menyerang. Eh.., maksudnya, era milenium. Memasuki tahun 2000an, kembali, kreatifitas mekanik motor menelurkan produk hidrolis. Perangkat kopling hidrolis, dirubah menjadi lebih simpel dan praktis. Nggak lagi merusak bak mesin kanan karena harus dilubangi untuk memasang piston penekan kopling.

Cukup berbekal piston penonjok kecil, yang duduk manis di tuas penonjok kopling, diatas bak mesin kanan motor. Nyaris nggak merubah struktur kopling motor nih. Bahkan, pemasangan juga diklaim sangat mudah dan tidak merusak.

 

Jadi, cukup melepas sistem sling kawat kabel kopling, berikut tuas di setang. Dilepas dari rangkaian penonjok kopling di bak mesin kanan juga. Lalu, pasang deh piston penonjok di tempat aslinya kawat kopling.

Fungsi kabel kopling, digantikan sama nih piston. Bahkan, dudukannya pun sudah disesuaikan, pas dengan dudukan kabel kopling asli bawaan motor. Usai itu, tinggal merakit slang minyak keatas, disambungkan dengan master kopling dan tuas kopling di setang

Beres, tinggal isi minyak hidrolis, yang sama saja dengan minyak rem. Pompa dan hilangkan angin/udara yang masuk ke saluran, lalu stel deh jarak main koplingnya. Perangkat variasi ini punya beragam model, warna dan material, dengan banderol harga mulai 500 ribuan keatas.

Kepingin? Coba deh sambangi sentra aksesori motor atau kalo malas, buka toko online saja. Sesuaikan tipe motor dengan yang diiklankan, sehingga tidak kesulitan saat memasang.

Saia juga kepingin benernya, sayang, tabungan masih belum mencukupi.  Semoga berguna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s