Silent Killer, si gas buang maut dari knalpot

Pagi masbro..

Perawatan mesin secara berkala, yang biasa disebut service, sebenarnya punya manfaat ganda. Nggak hanya mesin terawat dan konsumsi BBM hemat, tapi juga menurunkan emisi gas buang. Saat service, memang biasanya dilakukan pembersihan dan penyetelan beberapa bagian mesin seperti karburator/injektor, filter BBM, filter udara, stel klep serta mengganti oli.

Dengan setelan yang pas seperti settingan pabrik, kerja mesin menjadi efisien dan gas buang pun sebagai keluaran mesin turun kadar racunnya. Gas buang kendaraan, ya motor maupun mobil, mengandung CO alias karbon monoksida yang merupakan salah satu zat pembunuh. Wedyan..pembunuh? Iya, karena bisa meracuni manusia yang akibatnya bisa fatal, karena berujung kematian.

Karbon monoksida disebut silent kill  karena berpotensi meracuni dan membunuh tanpa terdeteksi. Gimana nggak, lha ini gas sama sekali gak nampak. Nggak berbau serta nggak berwarna. Serem ya?? Kalau diurut,munculnya gas CO merupakan hasil pembakaran dari mesin kendaraan bermotor yang tidak sempurna saat membakar bahan bakar berbasis minyak. Setelan mesin yang nggak pas, merupakan salah satu biangnya, termasuk bisa juga dari kualitas bahan bakarnya.

Gas CO ini, meracuni makhluk hidup termasuk manusia melalui saluran pernafasan, terhirup. Saat terhirup oleh saluran nafas manusia, gas CO akan masuk ke paru-paru dan terbawa ke dalam aliran darah. Disini nih bahayanya. Gas CO, lebih mudah terikat dengan hemoglobin dalam darah ketimbang oksigen atau O2. Kekuatan ikatan CO terhadap hemoglobin dalam darah, mencapai 230 kali lebih kuat ketimbang O2. Alhasil, kadar O2 dalam darah bakal menurun drastis. Ketika kadar O2 dalam darah hanya tinggal 60% , maka manusia akan mengalami gagal pernafasan. Hiiyyy..

ADTYTB Lungs – Carbon Monoxide Gas Poisoning

Gagal pernafasan adalah kejadian saat  tubuh manusia tidak bisa menghirup oksigen / O2 dengan kemampuan sendiri.  Nah, tahu sendiri seperti apa kondisi kita kalau tidak bisa bernafas? Tercekik, megap-megap dan sejenisnya. Sekedar diketahui juga, bahwa sel-sel dalam tubuh manusia akan berhenti bekerja hanya dalam waktu 8 menit saja tidak mendapat pasokan oksigen/O2.

Berikut ini adalah tabel skala keracunan gas karbon monoksida/CO dan beberapa gejala yang dapat terbaca dari fisik manusia yang terkena.

Lalu, tindakan apa yang bisa dilakukan untuk menolong korban keracunan CO didalam kabin kendaraan? Prioritas adalah jelas, dengan secepatnya memberikan pasokan oksigen kepada korban. Tentunya dengan mengamankan korban ke lokasi yang memungkinkan. Pindahkan korban ke lokasi terbuka, selain mendapatkan udara dan oksigen di tempat terbuka, juga diberi tambahan oksigen. Tindakan selanjutnya, bisa menghubungi paramedis untuk mendapatkan penanganan kesehatan.

Sebagai upaya preventif, upayakan mesin kendaraan baik R4 maupun R2 selalu dalam  kondisi prima. Service rutin dan penggantian oli pelumas, setting piranti pengabut bahan bakar diperlukan. Setidaknya, paling mudah adalah cek kondisi kepala busi untuk  mesin bensin. Bila hitam, berjelaga atau malah hitam basah, patut dicurigai ada setelan yang  berubah pada mesin dan keausan. Indikasi mesin sehat dengan pembakaran bagus mendekati sempurna, adalah elektroda busi berwarna merah kecoklatan, kadang diistilahkan merah bata. Kemudian, untuk R4, bila sedang parkir dan kondisi mesin menyala, buka jendela kabin mobil agar udara sekitar dapat membaur dengan emisi CO dari pembakaran mesin sehingga kepekatannya dapat berkurang dan relatif tidak membahayakan.

Yuk, selalu peduli pada kondisi kendaraan tunggangan. Selain terhindar dari musibah, juga bisa menjaga kesehatan dan keselamatan. Semoga berguna.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s