Tong edan, tontonan jadul yang makin langka

Tong edan. Awalnya, si thole, anak sulung saia yang belum paham, tanya-tanya, apaan sih itu. Gara-garanya, nemu selebaran fotokopian, promo sebuah pertunjukan pasar malam. Maklum, gambarnya gak jelas, cuma ada gambar orang naik motor trail. Ndilalah, ternyata tidak berselang lama, sebuah tontonan pasar malam serupa, digelar di desa saia. Sederhana sih, hanya ada 5 stand saja. Komidi putar/kuda-kudaan, playground balon superbesar, odong-odong kereta api, bianglala/ferris wheel dan atraksi tong edan. Nah, daripada bingung menjelaskan, tadi malam saia ajaklah nonton.

tongedan1“Intinya, ya naik motor, trus akrobat gitu le, trus bisa miring-miring, naik ke pagar, malah bisa nyambar uang segala kalau kita kasih, ” demikian penjelasan singkat saia sambil beli karcis. Sementara nyonya dan si kecil, gak mau nonton, pilih mainan lain. Wah, roman penasaran sekaligus ngeri terlihat dari ekspresi anak saia ini. Apalagi, bunyi motor yang digas alias dibleyer-bleyer,makin memanaskan suasana. Yang jelas motor 2 tak itu, kalau dari suaranya. Beres bayar karcis yang dibanderol IDR 10.000 saja per kepala, saia dan thole segera naik. Kira-kira, begini pemandangan dari atas ke dalam tong-nya 😆

tongedan4Terpantau dari atas, ada 2 motor laki, Yamaha RX keluaran lawas, generasi K sepertinya, terondol bersandar di tengah-tengah. Sementara, sesosok Yamaha gen Force 1, dengan knalpot telo yang super berisik, tengah menyala di bagian pinggir. Sedang dipanasi kayaknya… Selang tak berapa lama, penonton mulai memenuhi bagian atas, di tepi pagar. Seorang pemuda kerempeng, berkaos hitam, celana jeans dan sepatu kets, sambil menjepit rokok di jari tangan kiri, masuk dari lubang palka, lalu nongkrong di atas Yamaha bebek. Dengan membleyer-bleyer gas, berisiknya makin menjadi. Mungkin mengintimidasi penonton lain agar segera beli karcis dan nonton, hehehe..

tongedan5Gak sampai 5 menit, pemuda tadi, mulai nunggang si bebek. Awalnya, saia pikir, akan menggunakan helm yang terlihat tergeletak di atas jok RX, ternyata nggak masbro. Tanpa pengaman sama sekali..busyet. Dari pemanasan, langsung gaspol si bebek, berkeliling area yang dilapisi besi bordes sebagai dinding sekaligus landasan untuk berjalan. Hmm..kalau jaman dulu sih, dindingnya dari kayu, sudah berkembang kan sekarang?

Dengan gas menderu-deru, motor bebek protolan itu mulai berputar terus menerus, berkeliling, bahkan kadang juga naik turun, dengan kecepatan stabil. Sang joki, mulai beratraksi layaknya freestyler alias stuntman. Lepas setang, duduk miring, terbalik, melambai, bahkan juga meraih uang saweran penonton. Mantap….anak saia sampe terbengong-bengong, seumur-umur dia, belum pernah nonton yang seperti ini, hehehe..paling pol ya nonton slalom, roadrace ataupun semacam gymkhana saja.

tongedan3

maaf, gambarnya ngeblur, gak tertangkap sempurna kamera HP

Pinjem gambar dari mbah google, biar sedikit lebih jelas :mrgreen:

tongedansEntah, berapa ratus putaran berlalu, saia gak menghitung, daripada pusing sendiri. Sang joki mulai mengendurkan gas, sambil memberi isyarat, kalau atraksi akan segera berakhir. Sambil bertepuk tangan sendiri begitu. Penonton pun langsung paham, memberikan applaus pada sang joki. Setelah turun lalu mematikan mesin, joki membungkuk ke arah penonton, sambil membalas tepuk tangan. Wow…berasa menang balap terus melakukan victory lap begitu barangkali ya, hehehehe

tongedan5Tontonan pun berakhir, dan menunggu gelombang selanjutnya. Sayang nih, cuma 1 motor saja, kalau 3 motor sekaligus, pasti tambah seru. Yah, mungkin efek efisiensi, karena penonton tidak terlalu banyak. Maklum, hiburan rakyat seperti ini,memang gaungnya tidak seheboh seperti jaman dulu. Lha buktinya, anak saia sendiri saja sampai belum ngeh atraksi seperti itu. Semoga, tontonan rakyat pasar malam berikut stand-nya yang beragam, mulai tong edan, ombak banyu, hingga rumah hantu, bisa tetap eksis dan dinikmati generasi penerus kita.

tongedan2

sang jok mengumpulkan uang saweran penonton, bonus nih

Semoga berguna

 

Advertisements

3 comments on “Tong edan, tontonan jadul yang makin langka

  1. Seru poll. Saya ama anak sulung jg waktu itu di lapangan rampal, nntn atraksi begini.
    Bedanya waktu itu 2 motor, plus 1 sepeda onthel (!!!). Bayangkan ngerinya 3 rider di 1 tong berisik ini, muter2 akrobat plus nyamber2 saweran. Salut banget buat yg mancal onthel. Nyalinya baja bordes plus kakinya balung wesi mungkin wkwkwk

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s