Mencicipi Rujak Soto Banyuwangi

Nguliner lagi yukss.. Tema kali ini, salah satu kuliner khas dan nyentrik kalau saia bilang. Rujak soto. Salah satu makanan khas dari ujung timur pulau Jawa, yaitu Banyuwangi. Beberapa tahun silam, saia pertama kali mencicipi makanan unik ini di tempat aslinya, Banyuwangi, saat kerja disana. Waktu itu, sekitar tahun 2008 kalo nggak salah. Menu ini, di Banyuwangi sendiri, juga tidak mudah dijumpai, hampir sama dengan menu unik satunya, yaitu Rawon Pecel. Hlaah, apa lagi tuh? Bahas Rujak Soto dulu yuk…

Saat tadi siang melewati daerah belakang UIN Malang, seputar Jl Sunan Kalijogo, setelah membeli beberapa peripheral komputer, ndilalah nemu warung yang memasang daftar menu unik ini. Nama warungnya “Riko”. Kalau dalam bahasa jawa, mungkin arti yang dimaksud pemilik warung ada;lah “kamu” atau “anda”. Tepat di tepi jalan.

riko1Kalau yang unik, tersedia rujaksoto dan nasi tempong khas Banyuwangi. Menu lain standar saja, seperti lalapan dan teman-temannya. Parkir si ciput didepan warung, lalu lepas sepatu dan pesan makanan, karena konsepnya lesehan sederhana. Langsung to the point, pesan rujak soto sama minum es teh saja. Kondisi rada sepi siang itu.

riko2Ada 2 pilihan, pakai nasi atau lontong. Dasar kebiasaan perut, lebih pilih nasi karena lebih berasa kenyangnya, hehehehe. Kalau lontong kan lebih lunak, kurang mantap. Yang rada aneh, kok ditanya lagi, mau dada atau paha, mas? Wekss… 😆 Karena masih belum ngeh, saia pilih dada aja mbak. Masih mikir, ngapain kok ditanya pilihan segala macam. Ah, ntar kan tahu kalau sudah siap saji.

Makanan ini, si rujak soto, kalau secara spesifiknya menurut saia, secara gampang adalah rujak petis, komplit dengan semua isian, termasuk lontong dan sayuran serta bumbu kacang-petis, kemudian disiram dengan kuah soto. Bisa soto daging ataupun soto ayam, juga komplit dengan isian daging sapi atau daging ayam. Nyentrik bukan??

Tak berapa lama, si-mbak mengantarkan pesanan. Semangkuk rujaksoto beserta segelas es teh terhidang di meja. Oooh, baru paham. Ternyata, pilihan dada, adalah untuk jenis daging ayam yang dijadikan topping. Topping, lu kata es krim 😆  Yups, ternyata, di warung ini sedikit beda penyajiannya.

riko5

Yang dulu saia coba di Banyuwangi, seporsi rujaksoto adalah seporsi rujak petis komplit, kemudian ditambah dengan kuah soto daging, berikut dagingnya. Yang ini beda. Seporsi rujak komplit, diguyur dengan kuah soto ayam, tapi ayamnya dijadikan topping diatas hidangan dengan cara digoreng, sesaat setelah pesan. Masih hangat masbro…

riko3Dari tampilan, kayak ribet ya…mirip kabel kelistrikan sepeda motor 😆 kacau. Nasi berada di bawah (tidak kelihatan), kemudian ditutupi sayuran kangkung-kacang panjang, irisan mentimun, potongan tahu-tempe goreng, kemudian disiram bumbu rujak yang antara lain dari ulekan kacang tanah, petis, cabe dan pisang batu. Sudah? Belum, masih ditambah siraman kuah bening soto ayam dan terakhir, ditumpangi ayam goreng. Hemmm…penasaran nih

riko6Cara makan, kalau menurut saia, ya harus diaduk masbro, supaya tercampur rata, si rujak dan sotonya. Karena saia pesan tidak terlalu pedas, jadi ya pas, meski tetap terasa rada nendang pedasnya. Ternyata, maknyus… Rasa rujak petis yang khas, gurih bumbu kacang, bertarung bebas dengan rasa soto yang ringan dan gurih. Apalagi, masih terasa butiran kacang yang tidak terlalu halus saat diulek, hmm…uenakkk

riko7Mungkin bagi yang pertama kali mencoba, bakal ada rasa aneh. Tapi, yang jelas, enak kok. Tidak makan waktu lama, isi mangkuk sudah tandas pindah ke perut saia 😆 Diakhiri dengan meneguk es teh, menetralisir rasa pedas yang makin terasa karena nasi hangat serta kuah panas soto serta pedas sirujak. Setelah reda, beberapa saat saia beranjak hendak membayar. Habis berapa coba? Olala…seporsi rujaksoto dan es teh tadi, cukup dengan IDR 15.000 saja. Wah, murah meriah tho? Ayo, yang mau coba kuliner unik di Malang, rujaksoto Banyuwangi ini bisa jadi pilihan. Antimainstream…ora umum, hehehe. Lokasi lain, untuk sementara saia belum tahu, kalau sudah nemu, ntar saia update yak..

Oke, sekian artikel kuliner kali ini, semoga berguna dan semoga kepingin

Advertisements

3 comments on “Mencicipi Rujak Soto Banyuwangi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s