Mendhem ari-ari / mengubur ari-ari/plasenta bayi baru lahir

Yups, mau sedikit cerita nih masbro, soal adat di Jawa. Yaitu menguburkan ari-ari alias plasenta bayi yang baru lahir. Mungkin, teman-teman sudah banyak yang paham a.k.a ngeh πŸ˜‰

P_20150908_130519
Dalam melakukan prosesi ini diperlukan beberapa peralatan seperti kendil/gendhok (periuk kecil yang terbuat dari tanah liat). Tanah digali dengan kedalaman yang cukup dan sesuai ukuran kendil. Sebelum dikuburkan, gendhok diberi alas daun senthe/talas dan dibagian atasnya diletakkan beberapa barang yang merupakan syarat. Jenis syarat untuk mendhem ari-ari dari beberapa daerah di Jawa berbeda-beda. Adapun syarat-syarat tersebut sebagai berikut :

1. Biji kemiri, jarum, beras merah atau beras biasa, kunyit, dan garam.
2. Pensil, buku, kertas bertuliskan huruf Arab/tulisan Jawa, bagi bayi perempuan disertai empon-empon seperti temu hitam, kunir, dlingu bawang, bawang merah, bawang putih, benang, dan jarum. Sedangkan pada bayi laki-laki disertai dengan uang logam.

P_20150908_125805

Syarat-syarat tersebut kemudian dimasukkan ke dalam gendhokΒ  bersama ari-ari. Gendhok ditutup dengan lemper (piring yang terbuat dari tanah liat, bukan jenis kue :lol:) yang masih baru. Kemudian dibungkus dengan kain mori. Kalo sekarang sih, kita beli gendhok, sudah komplit dengan tutupnya, tinggal pakai saja.

Nah, pas saia beli kembang setaman untuk pelengkap, ternyata ibu penjualnya, sudah menyiapkan paketan untuk perlengkapan/syarat menguburkan ari-ari, seplastik kecil berisi bumbu antara lain merica, bawang, kemiri, kunyit, garam dan teman-temannya, juga ada cermin kecil, kertas-pensil, jarum-benang dan kawan-kawannya. Cuma ditebus IDR 16.000 aja, komplit berikut kembang setaman seplastik penuh.

P_20150908_125750
Pengalaman dari anak pertama saia, kata bapak-ibu saia, syarat yang dimasukkan alias dimasukkan dalam gendhok, adalah perlambang doa dan harapan orang tua pada anak. Jadi, secara sengaja, selain barang-barang barang utama kayak cermin, benang-jarum, kertas-pensil dan kawan-kawannya, saia masukkan juga waktu itu, disket, processor komputer. Yah, harapannya, supaya secerdas komputer πŸ˜† πŸ˜† πŸ˜† Kalo jaman dulu kan belum ada komputer, makanya yang disertakan ya cuma kertas dan pensil πŸ˜† Kalo anak kedua yang ini, selain prosesor, juga ada flashdisk saia ikutkan, biar lebih canggih dan modern :mrgreen:

P_20150908_130313
Syarat untuk orang yang menanam ari-ari adalah ayah kandung sang bayi. Semula sang ayah harus mengenakan pakaian tradisi lengkap, yaitu bebedan dan mengenakan blangkon. Namun sekarang sudah jarang mengenakan pakaian adat tersebut, masa iya harus sewa dulu ke tempat rias pengantin?? πŸ˜† . Yang penting sih, berpakaian rapi,karena, menurut simbah-simbah, nantinya akan mencerminkan seperti apa sang bayi kelak. Kalo bapaknya pas menguburkan ari-ari cuek, semaunya sendiri, ya begitulah bakalan si bayi pas sudah besar πŸ˜‰

Menurut tatacara adat yang benar, gendhok yang berisi ari-ari dibawa ayah bayi ke tempat penguburan/penanaman. Gendhok tersebut digendong dan dipayungi, lalu dikubur di tempat yang telah ditentukan, yaitu di samping kanan pintu masuk utama. Nah, karena satu dan banyak hal, kadang bisa ada perubahan. Saia saat mengubur ari-ari si kecil, gak ada acara payung dan segala macamnya. Asal sudah dicuci bersih, dilengkapi persyaratan dan perlengkapan, beres deh, tinggal dipendam. Soal lokasi, kadang jaman sekarang, karena rumah sudah dempet-dempetan, jangan kata halaman, pagar aja sudah mepet jalan, jadi ya, kondisional saja. Kalo saia kemarin, terpaksa sedikit bongkar paving lantai teras πŸ˜†
Setelah itu gendhok ditimbun dengan tanah dan diberi pagar sekelilingnya serta ditaburi bunga setaman (bunga mawar, melati, dan kenanga). Biasanya, untuk praktisnya, seringkali untuk pelindung, dipasang sangkar ayam dari bambu, atau malah semacam tempat sampah dari bambu. Di atas tempat penguburan ari-ari tersebut diberi penerangan berupa lampu selama selapan (35 hari).

kranjang
Nah, kalo arti dari barang-barang yang ikut dikubur bersama ari-ari adalah :
Kertas bertuliskan huruf Arab/huruf Jawa dan pensil, memiliki arti agar si bayi kelak pandai membaca ayat-ayat suci, memiliki kepribadian Jawa, dan menguasai beberapa pengetahuan.
Syarat yang berupa benang dan jarum bagi bayi perempuan mengandung harapan agar kelak si bayi tumbuh menjadi wanita yang mengerti dan bertanggung jawab sebagai ibu/istri.
Syarat berupa uang logam bagi bayi laki-laki mengandung harapan agar si bayi kelak dapat mencari nafkah bagi keluarganya kelak setelah dewasa.
Payung bermakna agar si bayi kelak menjadi bayi menjadi orang yang luhur.
Kain mori putih maknanya bahwa si bayi kelak berhati suci dan bersih.
Kendhil/periuk/gendhok melambangkan dunia.
Penerangan (pelita) melambangkan sinar yang menerangi kegelapan agar mendapat petunjuk.
Cermin mengandung makna magis agar mampu mengusir kedatangan makhluk halus yang jahat.
Air kembang setaman mengandung makna kesucian.
P_20150908_182856

Segitu dulu ya masbro, artikel adatnya. Semoga berguna, dan semoga doa orang tua pada bayinya terkabul. Amin.

Advertisements

14 comments on “Mendhem ari-ari / mengubur ari-ari/plasenta bayi baru lahir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s