Kuliner Selat Solo di Malang

Siang-siang, mau makan di kantor, kok pas menu-nya gak cocok. Ya wis, akhirnya sekalian beli memory card, nyari makan siang. Sebenarnya, niat ngincipi kuliner ini sudah agak lama, pas liat liputannya di salah satu surat kabar lokal.
Selat Solo ala Nana, begitulah titel warung satu ini. Berlokasi di Jl Bendungan Sutami, sederetan dengan toko variasi dan aksesori motor “Champion”.

IMG02052-20141015-1215Melihat menu, yang jelas ditojolkan adalah Selat Solo. Ada yang belum tahu? Sama :mrgreen: Gampangnya, ini adalah hidangan sejenis bistik daging sapi, dengan pelengkap sayuran kukus, telur, acar dan disiram kuah saos atau kuah segar.
Ada 3 jenis unggulan disini, yaitu Selat daging iga, Selat bola daging dan Selat galantin. Pembedanya adalah cara pengolahan dagingnya dan juga bahannya. Kalo pelengkap dan kuahnya sih sama saja.

IMG02053-20141015-1216Saia akhirnya melabuhkan pilihan di galantin, karena yang terkenal di Solo sana ya itu. Gak berapa lama, seporsi Selat galantin kuah saos, ditambah nasi dan es teh tersaji di meja. Hemm, tampilannya sangat segar dan menggugah selera. Sepiring Selat galantin, terdiri dari sepotong daging olahan(sepertinya digoreng CMIIW), sayuran kukus yaitu wortel-buncis, potongan acar timun, tomat dan kentang goreng, dan telur rebus berbentuk bunga, terendam dalam kuah saos beralas daun selada. Asli, bikin tambah lapar. Trus, dah ada kentang+daging, kenapa pesan nasi? Perut saia ini, kalo belum kemasukan nasi, serasa belum makan masbro, alias gak nendang dan kurang kenyang(Jawa : ora tuso πŸ˜† )

IMG02054-20141015-1216IMG02055-20141015-1219Akhirnya, selesai ambil gambar, langsung sikat beserta nasi. Hemm..maknyuss..asli enak. Sayuran kukusnya gak terlalu matang, jadi masih ada tekstur renyah khas sayur, tapi juga gak mentah. Trus bintangnya, yaitu dagingnya, mmmm…mirip sama olahan daging yang buat isian burger itu lho masbro..gurih, meski ada rasa tepungnya. Sementara kuah saosnya, mirip kuah capcay dan sejenisnya, hanya rasa asam-manis lebih dominan, tanpa rasa pedas sama sekali. Mangkanya, disediakan sambal-garam di meja, bila ada yang merasa kurang cocok.
Gak pake lama, seporsi Selat galantin + nasi + es teh manis dah bersih, berpindah ke tangki pribadi saia (baca:perut). Tahu, berapa total yang harus dibayar untuk makanan ini? IDR 13.000 saja….gak kurang gak lebih. Nah, murah-meriah, kenyang pula, eh, enak juga.

IMG02048-20141015-1212Bisa nih jadi alternatif pilihan makan bila bosan makanan yang itu-itu saja. Monggo, yang mau mencoba kuliner ini, kata yang punya sih, satu-satunya di Malang πŸ˜‰

8 comments on “Kuliner Selat Solo di Malang

Leave a comment