Kali ini, saia membahas soal membawa motor mogok. Nah lo, motor mogok kok dibawa-bawa? 😆
Ini tentang ragam cara membawa motor mogok, yang sudah kronis, alias harus dibawa ke bengkel, sementara lokasi relatif jauh dari jangkauan.
Cara 1
Menarik. Gampangnya, cukup mengikatkan tali di motor yang akan ditarik. Kalo motor sport/batangan, amannya bisa diikatkan di bagian tengah setang. Sementara, buat motor penarik, bisa diikat di bagian behel belakang. Ingat, gunakan tali yang cukup kuat, soalnya lumayan beresiko bila tiba-tiba putus.

(gambar dari pakde maskur )
Menarik motor, biasanya agak kerepotan pada waktu start awal, karena pasti keseimbangan goyah, menarik beban berat dengan kestabilan minim karena cuma beroda 2. Bila sudah berhasil start, tinggal menjaga kestabilan akselerasi dan manuver. Jangan menambah kecepatan atau mengerem mendadak, juga bermanuver/belok mendadak, karena pasti handling bakal kacau, baik motor depan maupun yang belakang. Jadi pastikan koordinasi dengan kedua rider motor berjalan baik, dan jaga konsentrasi. Jadi, rider depan konsentrasi pada jalanan, akselerasi dan manuver, sementara rider belakang, konsentrasi pada kestabilan motor dan tetap memantau pergerakan motor depan.
Cara 2
Mendorong. Cara ini biasanya disebut “nyetut”. Mendorong, bukan seperti makna harfiah, yaitu didorong tenaga manusia. Melainkan lebih kepada tenaga motor yang belakang. Posisi nyetut yang lazim, motor yang mogok terlebih dahulu harus bisa bergerak sedikit, untuk mendapatkan momen. Setelah itu, motor penolong bergerak di sisi sebelah kanan belakang. Kaki rider pendorong kiri, mendorong bagian ujung knalpot motor yang mogok.
![]()
( gambar simbah gugel, maaf ini contoh buat yang punya kekuatan lebih 😆 )
Start awal biasanya memang rawan, karena tugas rider pendorong banyak. Mulai menjaga keseimbangan motornya sendiri, memperhatikan situasi jalan, juga mengerahkan kekuatan kaki untuk mendorong motor depan.

Lumayan capek lho masbro, jadi disarankan, kalo jarak agak jauh, lebih baik jangan deh pakai cara ini
Cara 3
Diangkut.

Nah, ini cara paling aman dan praktis. Naikkan saja motor mogok ke atas mobil bak terbuka. Pasang standar tengah, kemudian bila ada tali, ikat setang dan roda depan-belakang ke titik aman di bak mobil. Beres diikat, tinggal melaju deh ke bengkel dengan aman dan nyaman
Monggo, bila motor masbro mogok dan mau tidak mau harus dibawa ke bengkel terdekat (karena tidak bisa diperbaiki sekedarnya), tinggal memilih salah satu cara.
Silakan dicoba
Wkkkkkkk
LikeLike
yang mana nih yang paling lucu??
LikeLike
wkwkwkw polisine lucu 😀
LikeLike
daripada kabur, hayo….mending ditunggangin
LikeLike
Nice Infoooo 😀
LikeLike
semoga berguna 🙂
LikeLike
ajib nytut mobi….luar biasa 😀
LikeLike
tapi harus dapet momen dulu, kalo dari keadaan diam, waduh, bisa somplak kaki yang nyetut
LikeLike
LikeLike
Gambar yang didorong sendiri mana yak, padahal itu yang sering kali ditemui 😀
LikeLike
belom ketemu di memori 😉
kadang gak mentolo ambil gambar orang ndorong motor sendiri 😉
LikeLike
Hehe…. :thumbs:
LikeLike
naikin becak… 😀
LikeLike
mesak-ke sing mancal mas…mending cari ojek yang mau narik 😉
LikeLike
piye yaa…kalau bsia jangan semuanya lah..hahaha
LikeLike
betul mas….jangan sampe deh kejadian kayak gitu 😉
trims dah mampir
LikeLike
Gimana kalo buat narik motor matik
LikeLike
kayaknya sih sama aja CMIIW, tapi gak tau juga sih, belom pernah soalnya
yang pernah vespa, sama Gl saia dulu…
LikeLike
ane sering pake cara nomer 2 😀 hehehehe;…
LikeLike
Pingback: Ternyata, trik nyetut motor mogok jadi cara membawa motor curian | andhi's blog