“Leher beton” , fenomena berbahaya bagi pengendara

Siang masbro..

Judul ini nggak ada hubungannya sama petinju lho ya.. murni menyoroti seputar ‘kelakuan’ pengguna kendaraan bermotor yang relatif berbahaya. Berbahaya bagi dirinya sendiri dan juga berbahaya bagi orang lain sesama pengguna jalan

Leher beton ini merupakan julukan yang disematkan netizen pada pengendara yang

malas menoleh. Ya, sekedar menolehkan kepala untuk memastikan keadaan lalu lintas sekitar, apakah aman untuk bermanuver atau tidak. Disadari atau tidak, cukup banyak nih tipe pengendara leher beton ini, bahkan beberapa kali juga saia temui sendiri. Nggak hanya pengendara sepeda motor, tapi juga pengendara mobil. Lho, kan mobil sudah ada ada banyak spion, ada kamera belakang bahkan ada kamera 360 juga, kok masih perlu menoleh?

Percayalah, menolehkan kepala sebentar untuk memantau keadaan nggak ada ruginya sama sekali. Selain memantau visual melalui spion, ada banyak area blindspot yang tidak ter-cover oleh spion, dan bisa dilihat mata langsung dengan cara menolehkan kepala. Hal ini akan menambah rasa tenang saat berkendara, serta aman dan nyaman. Plus, menurunkan resiko terjadinya kecelakaan lalu lintas di jalan raya. Ingat, pengguna jalan bukan hanya kita seorang, tapi puluhan bahkan ratusan orang berbagi jalan raya dengan kita saat berkendara

Last, selain selalu cek spion dan gunakan piranti keselamatan saat berkendara, wajib nyalakan sein saat hendak berbelok serta jangan lupa, untuk mengolahragakan kepala dan leher dengan cara menolehkan kepala dan memantau keadaan sekitar dengan mata langsung. Jangan ditiru ya, para pengendara leher beton itu karena sangat beresiko dan berbahaya bagi keselamatan berkendara di jalan

Semoga berguna

Leave a comment