Abai spidometer mati, mesin bisa jadi taruhannya

Siang menjelang masbro..

Setiap sepeda motor, dari pabrikan pasti sudah dilengkapi dengan semua perangkat berkendara yang punya fungsi masing-masing. Salah satunya panel dasbor indikator, atau biasa disingkat saja panggilannya, spidometer

Meski padahal nih, fungsinya nggak hanya mengukur kecepatan saja (speedometer), namun juga menampilkan informasi lain tentang kondisi si motor pada pengendara. Namun, karena satu dan banyak hal, kadang pemilik abai dengan informasi di panel yang terletak dihadapannya. Padahal, abai dengan spidometer, mesin bobrok taruhannya

Nggak usah dengan motor modern yang punya beragam indikator, mulai kecepatan, putaran mesin, lampu-lampu indikator mesin hingga indikator fitur lainnya. Di motor lawas-pun, meski sederhana, setidaknya ada 2 panel penting yang selalu ada, dan wajib diperhatikan kalau mau mesin jadi awet dan sehat.

  • Odometer sebagai panduan jarak tempuh

Deretan angka, yang kalau motor lawas tampil manual dan tersambung dengan putaran roda. Di motor modern sekarang, jadi tampil digital dengan menggunakan sensor. Odometer ini mencatat pergerakan si motor, alias jarak tempuh. Dengan memperhatikan angka ini, kita bisa tahu kapan atau waktu mendekati penggantian oli mesin. Rata-rata sih, oli mesin sepeda motor wajib diganti dengan oli baru di angka 2.000 kilometer

Kalau motor modern kekinian sih malah mudah, karena sudah tampil indikator alias lampu petunjuk waktunya ganti oli mesin, hehehehe

  • Tachometer sebagai penanda putaran mesin

Fitur ini jamak hadir di motorsport, alias motor lelaki. Namun kini, banyak juga di motor modern, dilengkapi dengan takometer, bahkan skutik sekalipun. Pantauan pada pengukur putaran mesin ini, biasanya ada bagian berwarna merah di bagian puncak/atas, atau istilahnya redline. Saat memutar gas dalam-dalam, entah akselerasi atau ngebut, jangan sering memposisikan pada putaran maksimal. Ini karena mesin bekerja dengan putaran maksimal, sehingga semau bagian dalam mesin berputar dengan kecepatan sangat tinggi. Bayangkan, kalau di angka 12.000 rpm, berarti poros engkol mesin, dalam 1 menit berputar 12.000 kali

Kalau sering dilakukan di RPM atas atau bahkan melebihi limit, ketahanan mesin menurun drastis. Umur mesin lebih pendek karean banyak suku cadang mesin yang aus dihajar putaran tinggi. Ujungnya? Jebol juga

Nah, supaya optimal, maksimalkan sepeda motor dalam penggunaannya, termasuk selalu pantau spidometer. Nggak ngebut, nggak sering paksa mesin melebihi rpm, dannn… selalu servis serta ganti oli mesin secara teratur.

Motor awet, fungsi optimal dan meminimalkan kerusakan. Ogah dong, tahu-tahui motor jebol saat dipakai?

Semoga berguna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s