Cek alur ban, salah satu tips #cariaman saat berhujan-hujan

Pagi masbro..

Kondisi cuaca beberapa waktu belakangan ini, emmang sedikit nggak menentu. Lebih sering terguyur hujan sih, kalau di lokasi saia, dengan intensitas lumayan, sampe sempat terjadi banjir bandang di kota atas, yaitu Batu

Berkendara saat hujan, memang perlu konsentrasi lebih. Lebih fokus ke situasi jalan, yang basah dan terendam air. Namun, nggak hanya itu. Perlu juga kita cek kondisi tunggangan, kira-kira masih aman dan mendukung nggak di kondisi hujan?

Salah satu yang sangat patut dicek adalah ban.

Ban motor, merupakan koneksi langsung motor dengan aspal. Dengan fungsi vitalnya, sangat wajib dicek kondisi ban. Alur ban, adalah fitur ban yang fungsi utamanya adalah membuang air ke sisi samping ban. Dengan kata lain, saat melintasi genangan air di aspal jalan raya, air nggak terjebak diantara ban dan jalan, namun dibuang oleh si alur ke sisi samping.

Alhasil, gejala aquaplaning alias melayang akibat kontak ban dan aspal jalan terhambat air bisa diminimalkan. Alur ban yang masih dalam, mampu ‘menangkap’ air dan mengalirkan kesamping. Namun sebaliknya, bila ban mulai aus dan gundul, kedalam alur ban juga makin menipis, alias dangkal/cetek. Akhirnya, fungsinya saat musim hujan, yaitu membuang air, nggak bisa maksimal. Coba deh, untuk perumpaan, got yang dalam pasti lebih mudah dan lebih banyak mengalirkan air ketimbang got yang dangkal. Bener ora son??

Secara kasat mata, alur ban yang menipis alias makin cetek, memang bisa terlihat, dengan ban yang makin menipis, alurnya makin tidak terlihat. Guratan-guratan pada ban tidak lagi jelas terlihat

Ban yang aus, atau sudah nggak layak pakai, bisa dipantau pula melalui tanda tertentu pada dinding ban. Pada sisi ban, ada tanda TWI alias tire wear indicator, berbentuk segitiga. Caranya, bila tepian ban makin mendekati tanda segitiga TWI, monggo, disarankan segera ganti ban, karena pasti tapak/alur ban menipis. Alur menipis, diikuti pula menipisnya karet ban, sehingga rawan bocor.

Ausnya ban, tergantung pada banyak faktor sih, Selain cara pemakaian juga bisa tergantung lintasan yang dilalui, serta tipikal ban yang dipakai. Buat amannya sih, memang selalu cek kondisi fisik ban, dan pastikan masih tebal alurnya, dan masih jauh dari TWI. Sekalian juga, cek apakah ada benda lain yang menancap pada ban, misal isi staples, atau paku kecil, bahkan mungkin sendok dan garpu, karena berpotensi membuat ban bocor dan kehilangan tekanan

Yuk, mulai perhatian sama tunggangan ya, supaya aman di jalan.

Semoga berguna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s