Honda Tiger Flat Tracker, simpel dan resik

Pagi masbro..

Modifikasi yang saia ulik kali ini masih dari pabrikan Honda. Jajal, siapa yang gak kenal dengan Honda Tiger??

Sejak mengaspal di tahun 1993an, motor bermesin 200cc pendingin udara ini, memang populasinya luar biasa. Sayang, karena satu dan lain alasan, proses suntik mati si macan noceng dilakukan AHM. Walhasil, unitnya kini malah jarang ditemui dalam kondisi standar. Rata-rata, sudah mengalami modifikasi, termasuk yang satu ini.

Kesan motor penjelajah alias cruiser hilang sudah. Berganti tampilan resik klimis dan sangat simpel. Garapan DMS Garage, Cilegon ini memang ciamik. Honda Tiger, menyisakan sasis dan mesin saja. Eh, sokbreker depan dan swing arm juga masih tersisa kok. Mengejar tampilan simpel, rangka belakang dipangkas, diperpendek.

Jok, didesain ulang sesuai tema, yaitu flattracker. Rada tipis, dan memang untuk sorangan saja, alias khusus pengendara. Bagian belakang, ditutup dengan bodi racikan sendiri berbahan plat , tanpa spatbor belakang. Body belakang ini menyambung dengan body tengah dan dudukan jok.

Tangki, dipasang model klasik, yang membulat didepan. Bagian bawah rata , lurus dengan tarikan sasisnya. Geser ke muka, lampu depan bulat khas Tiger hengkang. Gantinya, ditutup dengan plat galvanis kotak, ala model tatakan nomor start di motor balap jadul. Asiknya, di plat kotak, dilubangi untuk bertenggernya sebuah lampu sorot bulat, yang  kalau lihat modelnya sih ala proyektor.  Setang pengendali, juga berganti dengan  model lebar, ala fatbar. Hmm..posisi riding nyaman nih, lebih sigap karena tangan melebar saat memegang setang.

Sementara alas kaki, roda maksudnya, pilih yang rada modern. Nggak mau pilih model jari-jari yang klasik, karena memang ingin memadukan jaman dulu dan modern. Velg racing alias velg CW almunium berpalang 3 copotaan dari Tiger paling muda, yaitu Tiger Revolution  jadi pilihan. Eh, kesan klasik masih ada lho, karena diameter velg dipilih 18 inchi. Kalau motor modern kan rata-rata 17 inchi, meski sama-sama dilengkapi piranti rem cakram depan dan belakang

Roda dengan kembangan klasik kotak-kotak dipilih jadi bungkus si velg. Ukuran 400-18, sama depan dan belakang. Sebagai pamungkas, diguyurkan warna perak/silver sebagai warna body keseluruhan, mulai sepatbir depan yang minimalis, tangki hingga body belakang. Ditambahkan striping ala RWB nih, yaitu strip garis merah, putih dan biru sebagai pemanis. Beres

Tuh, simpel dan klasik ya? Resik pula, karena pilihan warna yang terang. Semoga menginspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s