Plat nopol putih…bantuan atau???

Sudah pada tahu kan, soal plat nomor bantuan alias sementara? Itu tuh, plat nomor kendaraan, dengan warna dasar putih dan huruf/angka warna merah.

Menurut wikipedia http://id.wikipedia.org/wiki/Tanda_nomor_kendaraan_bermotor
“Kendaraan bermotor untuk transportasi dealer (pengiriman dari perakitan ke dealer, atau dealer ke dealer): warna dasar putih dengan tulisan berwarna merah.”
Nah, kalo merujuk ke pengertian sebenarnya, plat nomor ini hanya diperuntukkan saat pengiriman kendaraan, (biasanya mobil) dari bengkel karoseri/perakitan ke dealer (bila tidak ‘digendong’ atau diangkut truk), dari dealer – ke dealer dan juga beberapa untuk unit test drive.
Nah, beberapa hari lalu, beberapa kali saia lihat ada sepeda motor, yang pakai plat nomor macam ini. Nih salah satunya..maaf kalo gak jelas..

Kalo lihat dari masa berlaku-nya, yang berkisar 1 bulanan, sepertinya plat ini memang sementara (a.k.a bantuan?? CMIIW). Yaitu supaya kendaraan bisa dipakai, sambil menunggu plat nomor asli jadi. Yang jadi pertanyaan,
Pertama : Apakah memang ada kebijakan resmi dari kepolisian/samsat untuk pemakaian plat nopol bantuan ini?
Kedua : Apakah tidak menyalahi peruntukan sebenarnya dari sang plat nomor berwarna putih ini?

Bila ada yang bisa mencerahkan, monggo dishare disini…supaya bermanfaat bagi semua..

Skutik retro makin rame, ada KTM Milan

Virus retro makin mewabah di skutik. Setelah Honda Scoopy menggebrak, diikuti oleh Yamaha Fino di awal Februari 2012 ini. Ndilalah, pas pulang gawe kemarin, kok liat ada penampakan skutik retro di dealer KTM dekat rumah. Samperin ah…sik-sik…ini bukan KTM Eropa lho ya…jangan salah :mrgreen:
Ngobrol-ngobrol sama owner-nya, skutik yang berjudul KTM Milan ini dilego IDR 9,7 juta OTR. Penampakan-nya dibawah ini…sori, agak kabur, pake kamera hp soalnya..

Dibekali engine 125 cc, pendingin udara+blower(kipas), diklaim lebih bertenaga dari kompetitor. Mosokkkk??? Lha pas liat brosur-e, meragukan masbro. Ada sih kapasitas mesin, power dsb, sayangnya gak ada satuannya tuh. Tercantum daya maksimum 4,2 / 7000. 4,2 apa nih, dk?? ps?? kalo 7000 pasti rpm.

spesifikasi

spesifikasi


Secara tampilan, mirip sama Mio Fino, bener gak ya?? Belom liat Fino langsung soalnya, cuma gambar aja. Spido analog, dengan fuelmeter. Lampu depan bulat, menguatkan retro-nya (kata si penjual). Kunci kontak diklaim lebih aman, sudah pake SKS. Mirip-mirip juga nih…
spido-fuelmeter bulat, analog dan SKS

spido-fuelmeter bulat, analog dan SKS


Pas test drive, starter halus, gak pake fitur blethak :mrgreen: Tapi handling kok kurang stabil ya, mungkin pengaruh bodi CMIIW sama getaran terasa lebih??
Yah, apapun, slogan “ono rego ono rupo” pasti bener tuh. Gak ada barang bagus berharga murah.
Buat yang kepingin matik bergaya retro ‘murah-meriah’, bolehlh dilirik KTM Milan ini. Pilihan warna ada white-gold, black-silver sama pink-white.
Silahken….
warna putih

warna putih

penampakan vario bergigi 4 :mrgreen:

penampakan vario bergigi 4 :mrgreen:

Pabrikan India kreatif, bener gak?? TVS Raptor..ganas di jamannya!

Jujur, dibalik semua kekurangan produk India di Indonesia (Bajaj, TVS), saia mengakui kalo kreatifitas dan inovasi pabrikan India sangat tinggi.
Jauh sebelum hebohnya Bajaj dengan Pulsar 200 NS yang menyihir atmosfer roda 2, TVS sudah pernah melakukan hal yang sama. Kalo gak salah ingat, sekitar tahun 2006. Setelah itu, TVS baru masuk Indonesia tahun 2007 CMIIW
Desainer TVS membuat sebuah alternatif motor bebek dengan karakter kombinasi supermoto dan streetfighter. Namanya TVS Raptor. Nama yang seganas tampilan dan engine-nya.

TVS Raptor, mempunyai ground clearance cukup tinggi, diatas rata-rata motor bebek, mungkin hampir mirip dengan motor sport. Tampilan jangkung, dipadu pelek lebar dan ban gede, plus discbrake depan-belakang. Suspensi depan sudah adopsi USD (up-sidedown), belakang monosok.

Soal engine, sudah diatas rata-rata deh. Wong berkapasitas 180cc, 6 percepatan, kopling manual meski masih SOHC dan suplai BBM masih menggunakan karburator. Sungguh spesifikasi yang wah di jaman itu :mrgreen:
Meski saat itu TVS Raptor, entah karena alasan apa, tidak diproduksi massal alias motor konsep, namun hal itu sudah menunjukkan kemampuan produsen yang dipandang sebelah mata. Meski kemudian, ditutup dengan diproduksinya TVS Tormax 150 yang juga ber-spesifikasi diatas rata-rata di kelasnya. Bebek lho…
Monggo dicermati modelnya…keren nih buat ide modifikasi bebek merek lain :mrgreen:

gambar : mbah gugel

Gak punya SIM, kendaraan ditahan…berkelanjutan-kah???

Wow…itu kata yang saia batin pas mbaca artikel di koran JP hari ini. Satlantas Polres Malang, kini memberlakukan penahanan kendaraan, selain penyitaan STNK pada pengguna jalan yang tidak dapat menunjukkan SIM (Surat Ijin Mengemudi). Sebuah tindakan tegas yang diharapkan dapat menciutkan nyali pelanggar. Tidak pandang bulu, apapun :mrgreen: . Gak perduli R2 alias sepeda motor, R4 a.k.a mobil juga dipelakukan sama.

Memang sih, sebelumnya, bila ditemui pelanggar yang gak punya/gak bawa SIM, hanya STNK kendaraan saja yang ditahan. Nantinya, bisa diambil setelah proses tilang selesai. Kalo tindakan ini terus diintensifkan dan diberlakukan, saia yakin jumlah pelanggar akan turun drastis. Lha ya pikir-pikir tho, bisa-bisa motor ngandang di kantor polisi gara-gara gak ada SIM. Baru bisa diambil jika bisa menunjukkan SIM plus menyelesaikan proses tilang. Wuih, ribet…
Semoga aja bisa diikuti satuan selain di Polres Malang, sehingga angka pelanggaran lalu lintas menurun, ujungnya kecelakaan juga bisa ditekan.
Sebagai logika saja, kalo punya SIM, berarti minimal punya kecakapan mengemudi dan paham peraturan lalu lintas (selain SIM nembak lho ya… :mrgreen: )
Sementara praktek di lapangan berkata lain. Yang punya SIM saja buwanyak yang ngelanggar, apalagi yang gak punya SIM…
Yah, kembali ke faktor manusianya saja masbro…semoga semua selamat di jalan raya yang makin ‘ganas’ ini…
keep safety riding…

sumber : JP 28/01/2012

Pelanggaran yang tersembunyi

Musim hujan sudah mulai masuk playgroup nih, alias lucu-lucunya 🙂
Berangkat kerja diguyur hujan, beli makan siang di warung kehujanan, e-e-eh, pulang kerja, badan capek, juga diberkahi hujan oleh Yang Maha Kuasa. Yang penting pake jas hujan, helm dan berhati-hati di jalan…
Nah, sering saia nemui di jalan, para rider+boncenger yang pake jas hujan ponco, alias model batman a.k.a jubah. Di satu sisi, selain harga hemat, juga efisien, 1 ponco bisa dipake berdua sama boncenger. Sebenarnya bahaya sih, karena otomatis gerakan rider sedikit terhambat karena ponco ketarik sama boncenger. Ati-ati dengan handling alias pengendalian.

Yang lebih bahaya lagi, ternyata, banyak boncenger, yang berlindung di bawah sang ponco alias dikerudungi, ternyata malah gak pake helm!! Whalah….kayaknya aji mumpung nih. Kan gak keliatan, yang dibonceng pake helm ato gak. Silup pasti gak merhatiin, apalagi hujan deras, malam pula. Paling tahunya pas minggir en buka jas ujan..taaa..raaa…

yang duduk di boncengan gak pake helm.
Jangan ditiru ya masbro sekalian…karena rawan celaka dan nyawa taruhannya. Jadi dobel resiko, sudah handling kacau karena pake jas hujan model ponco bareng-bareng boncenger, yang dibonceng gak pake helm pula…ckckckckckck…

gambar : mbah gugel

Pasang stiker logo militer di nopol…lagi musim atau….???

Pas nongkrong di tempat service AC langganan saia di seputaran jalan Tenaga dsk, ujug-ujug datang sebuah Mio putih, bernopol cantik, dengan tambahan stiker kecil warna hijau khas militer, bertuliskan identitas sebuah instansi militer. Sang rider, tenyata kawan empunya bengkel. Ngobrol ngalor-ngidul, sampe akhirnya saia nanya soal stiker di nopol Mio-nya. Memang sih, sudah sangat sering saia lihat, ‘aksesoris’ stiker kecil berkode militer di nopol beberapa kendaraan pribadi.

Eh, malah sama beliau, sebut saja Mr Asoy, Continue reading

Tips buat cling kaca/mika spido getas

Sebenarnya ini trik lama. Kebetulan aja, saia praktekkan lagi. Ada obyek, Supra X punya adek lansiran 2002. Berhubung ‘masa tugas’ lumayan lama, sering terjemur sinar matahari dan disiram hujan, kaca spidometer mulai nampak getas. Makin lama makin parah, sekilas bahkan nampak kayak mau pecah.

lumayan parah


Jadi gak mentolo (opo iki) ngeliatnya.
Kemarin, saia coba trik ini. Saia ambil sedikit minyak goreng dari dapur, kebetulan masih belum dipakai. Kalau nggak ada minyak goreng baru, bekas menggoreng pun kayaknya bisa, asal gak bau ikan asin. Kuatirnya, ntar dikerumuni kucing :mrgreen:
Saia colek sedikit, lalu diratakan pake jari di seluruh permukaan kaca/mika spido. terutama pas di baret-baret getas, agak sedikit ditekan, supaya lebih meresap.

colek minyak trus oles dan ratakan


Habis itu diamkan beberapa menit, terus dilap sampe kering. Perhatikan, pasti sudah agak mendingan. Penampakan pecah-pecah pasti sudah berkurang.

hasil akhir, not bad kan??


Bisa diulangi, bila dirasa masih belum ada perubahan signifikan, tergantung kondisi mika, parah atau tidak. Biasanya kalo parah, butuh beberapa kali perawatan, ciieee…kayak salon aja
Selain minyak goreng, oli juga bisa dipakai untuk trik ini. Sebisa mungkin jangan oli bekas, takutnya geram/serpihan logam dari mesin justru membuat baret mika spidometer.
Monggo, silakan dicoba dan dilihat perbedaannya. Maaf, saia nggak ngasih garansi :mrgreen: , kalo mungkin tak ada perubahan karena berbagai hal, misal getas/retak parah, mending ganti aja deh, he..he..he…

Taman wisata Lahor, memprihatinkan

Out of Topic nih kali ini. Gak papa kan, artikel gak bau otomotif?? Hehehehe…
Menutup liburan, Minggu 8/1/12 saia ke Blitar, sekeluarga, sekalian nengok bude yang sakit. Rumah beliau, lumayan ‘mucuk’ kalo orang Jawa bilang. Desa-nya Suruhwadang, kecamatan Kademangan, Blitar.
Singkat cerita, diguyur hujan mulai berangkat pagi, selama disana sampe pulang. Pas perjalanan pulang, karena si kecil minta main, ya sudah, akhirnya sama Kung-nya disuruh mampir, jalan-jalan di wisata Lahor. Bingung mo parkir, akhirnya parkir di pinggir jalan, karena jalanan juga kebetulan lumayan rame. Masuk ke gerbang wisata, menuju loket, waladalaaaah…, tiket masuknya IDR 10.000!!!

Busyet, Continue reading

Ternyata masih kebagian…

Pulang kantor, dilapori istri saia, tadi ditelepon dari MKP Motor, dealer Honda tempat beli New Blade punya adik saia. Katanya suruh ke dealer gitu. Saia konfirmasi ke ortu, ternyata adik sudah kesana. Kirain ada apa, ternyata dikasi sesuatu (Syahrini mode :ON) :mrgreen:
Taaaraaa…dapet Continue reading