Etika penggunaan klakson, simak sebagai pengendara yang baik

Pagi masbro..
Saat berkendara di jalan raya dengan bejibun pengguna jalan lain, sudah jamak bila timbul ‘gesekan’. Maklum, jalan raya ya luasnya segitu-segitu saja, pengguna baik sepeda motor, mobil ataupun kendaraan lain terus bertambah. Kadang, membunyikan klakson saja bisa menimbulkan masalah.
Hayo, bener nggak? Terkadang, kita sendiri saja kalau diklakson juga jengkel dan marah

Ternyata, memang semua itu tetap ada etika alias tata krama dan sopan santunnya. Klakson, pada semua kendaraan tidak sembarangan dibunyikan, apalagi nonstop alias klakson panjang. Ada semacam panduan tak tertulis nih tentang bunyi klakson. Yaitu

  • klakson pendek 1 kali, merupakan tanda sapaan. Biasanya, ketika berjumpa kendaraan atau orang yang kita kenal saat berkendara, kita sapa dengan klakson seperti ini. Betul tidak??
  • klakson pendek 2 kali. Ini bisa berarti 2 hal. Pertama, memberitahukan posisi kita pada kendaraan lain. Seringnya, bila kendaraan kita kecil ,dan terjepit diantara kendaraan besar.
    Yang kedua, adalah ucapan terima kasih setelah menyalip. Sering juga, saat hendak menyalip, selain memberikan kode sein kanan dan lampu dim sesaat, kita juga menekan klakson pendek 2 kali. Setelah menyalip, boleh tuh diklakson lagi pendek 2 kali, untuk ucapkan terima kasih sudah diberikan jalan. Percaya deh, kalau kita di posisi yang disalip, pasti merasa tenang dan senang, ada semacam rasa dihargai oleh pengguna jalan lain

  • klakson panjang, berulang dan kasar, ini adalah untuk kondisi darurat. Entah mengalami tindakan kejahatan saat dijalan atau di lampu merah, supaya pengguna jalan lain tahu dan bisa membantu

Penggunaan klakson yang tidak tepat, bisa memicu pertengkaran, bahkan berujung kecelakaan dan tindakan kriminal. Siapa coba yang nggak emosi, bila kendaraan belakang mengklakson terus menerus, panjang? Padahal maksudnya hanya hendak menyalip, tapi bisa membuat pengendara didepan jadi emosi

Nah, yuk, sedikit merubah kebiasaan buat yang sering main klakson di jalan. Percaya deh, selain bisa menurunkan tensi alias emosi baik bagi kita ataupun orang lain, juga membuat pengendara lain saling menghormati

Semoga berguna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s