Puthu Lanang, jajanan lawas legendaris Malang

Kuliner lagi masbro…kali ini, tipis-tipis saja, gak usah yang berat-berat. Cemilan, tapi hanya dijumpai kala malam menjelang, dan sang surya mulai larut dalam kesendiriannya di peraduan. Halaah… :mrgreen:

Camilan, eh, jajanan kali ini tergolong jajan pasar. Tradisional sekali, dan asli, mengingatkan pada jaman saia masih kecil, yah, era tahun 80an. Widih…tua banget ya saia? πŸ˜† πŸ˜† Dulu kala, jajan pasar seperti yang bakal saia ulas, gampang sekali dijumpai. Enak, murah, kenyang dan sehat, hehehe. Nah, soal tempat jualan jajanan ini, sebenarnya sudah tergolong uzur masbro. Puthu Lanang, demikian judulnya. putu-lanang

Jangan membayangkan, sebuah tempat wah, yang menjual rasa nostalgia jaman dulu, dengan kemasan yang artistik bla..bla..bla…layaknya konsep yang dipakai banyak penjual lain di era modern ini. Warung, eeh, sebut saja lapak, Puthu Lanang ini, hanyalah sebuah meja sederhana, berbasis gerobak dengan beberapa perkakas pelengkapnya. Kompor, dandang, kukusan dan meja beralaskan daun pisang dengan wadah-wadah sederhana berisi beberapa macam jajanan khas.

Apa aja sih dagangannya? Yang dijual disini antara lain puthu, klepon, lupis serta cenil. Yuk, kita perinci satu persatu…putu2

Puthu : terbuat dari tepung beras, yang melalui 2 kali proses pemasakan. Tepung beras, dibuat adonan dengan air, lalu dikukus. Hasil kukusan ini, masih diparut, kemudian, sebuk parutan ini, dimasukkan kedalam cetakan bambu, dengan ditambahkan isian gula jawa di dalamnya. Baru dikukus lagi, dengan memanfaatkan uap panas dari panci/dandang yang berlubang-lubang. Kalau sudah matang, puthu dikeluarkan dari cetakan bambu dengan cara disogok, eeh, didorong dengan batang bambu juga. Biasanya, alas di cetakan, juga dilapisi daun pisang, supaya tidak lengket dan beraroma sedap segar.

Klepon : terbuat dari tepung beras, yang sama, diadoni dengan air, lalu dibentuk seperti kelereng, tentu lagi-lagi dengan isian gula merah. Penyajian, biasanya disandingkan dengan parutan kelapa

Lupis : terbuat dari beras ketan, yang dimasak seperti lontong, yaitu dibungkus berbentuk memanjang dengan daun pisang. Penyajiannya, dipotong-potong, lalu disiram dengan kicir/kuah gula merah

Cenil : terbuat dari adonan tepung kanji. Berbentuk sedikit memanjang, dengan tekstur yang kenyal.

Di “Puthu Lanang” ini, menu jajanan ini bisa dibeli secara campuran atau pilih masing-masing. Yang jelas, banderol per buah adalah IDR 1.000 saja. Murah kan? Seporsi, dibanderol IDR 10.000, berisi 10 buah puthu, lengkap dengan parutan kelapa yang disisipkan di tepinya.putu4

Kalau campur, banderol tetap sama, IDR 10.000, tapi isinya adalah kombinasi puthu, lupis, klepon dan cenil. Paket komplit pokoknya, lalu ditaburi parutan kelapa serta kicir/kuah gula merah. Untuk membedakan, bapak penjualnya membungkus paket khusus puthu dengan bungkus daun pisang, sementara paket campur dengan tambahan kertas makanan warna coklat, tapi tetap dialasi daun pisang.

putu5Penampakan isi paket campur, seperti ini masbro dan mbaksis..putu6Menurut bapak penjualnya, saia lupa namanya, ini merupakan usaha turun temurun dari beberapa generasi diatasnya. Mulai sekitar tahun 1935an katanya. Busyett tenan, negara kita aja belum merdeka tuh, hehehehe.. Lokasi berjualan juga masih tetap, di daerah Celaket, Kota Malang. Kalau sekarang, sedikit bergeser, yaitu di mulut sebuah gang buntu. Ancer-ancer lokasinya, persis sebelah utara dealer Kawasaki Malang alias Surapita Unitrans, yaitu Jl Jaksa Agung Suprapto.

putu1Eh iya, sedikit pesan buat yang penasaran mau berburu kuliner ini. Penjual, baru menggelar dagangannya mulai jam 5 sore, sampai habis. Saia sendiri, kebetulan agak malam baru nemu tempatnya, sekitar jam 8 malam, sudah hampir habis. Yah, untuk amannya, jangan sampai lebih dari jam 8 malam, kalau masih ingin kebagian versi komplitnya. Dan jangan lupa, harap bersabar dengan antriannya, karena pembeli yang bejibun. Lha wong kan kue puthu-nya, dimasak saat itu juga, satu persatu. Meskipun cetakan bambunya banyak, kan masih nunggu matang juga, jadi harap sabar ya.

Mau mencoba? Nih lokasinya…Puthu Lanang Malang, 1935

puthuSemoga berguna dan semoga kepingin

Advertisements

13 comments on “Puthu Lanang, jajanan lawas legendaris Malang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s