Cobain tunggangan anak muda (2)

Masih berkaitan dengan posting beberapa waktu lalu. Setelah Limo edisi anak muda, kini Honda Vario gen 1. Sama, edisi anak muda juga, hehehehe. Honda Vario 110, yang berwarna hitam ini, dimodifikasi sedikit, terutama kaki-kaki. Body sih masih standar saja..hanya sedikit penambahan stiker scotlite.

alay5Yang spesial memang di roda. Sudah aplikasi roda minimalis masbro 😆 Velg CW 14 inchi, digusur dengan velg ruji alias jari-jari berdiameter 17 inchi. Bertapak mungil, ukuran 1.20 depan dan 1.40 belakang. Dikombinasi tromol depan-belakang variasi berikut ruji-nya. Untuk membalut velg imut ini, ban berukuran kecil juga terpasang. Ban berukuran 60/90-17 terpasang di roda depan, sementara belakang, lebih besar. 80/90-17.

alay vario1

Perangkat pengereman, belakang masih tromol, sementara depan, sudah diganti dengan cakram lebar variasi. Pasti ajib nih, pikir saia. Sekilas, suspensi tak ada perubahan di bagian depan, yang belakang saja yang diganti aksesoris tanpa merk, berkelir merah.

alay4Karena pas mau beli lampu SL gak ada kendaraan, si ciput entah dibawa siapa, yang nongkrong di belakang rumah ya Vario ini. Gak pake lama, segera saia tunggangi. Wow…sensasi naik pertama, berasa cingkrang. Terasa lebih tinggi, tapi, gimana ya, ada rasa-rasa gak nyaman gitu. Lanjut, siap riding, seperti bias, hendak stel spion. Walah, duo spion variasi yang biasa disapa spion tanduk, terlipat rapi diatas setang. Saia putar-putar, eh, lha kok ternyata jebol drat-nya. Alhasil, yang kiri tetap terkulai lemas. Wasyemmbbbb

alay6Start, biasa saja. Begitu mesin nyala dan digas, suara ngorok seperti celeng muncul. Eh, ternyata, filter udara sudah tidak berada di tempatnya. PAntes…Nguookkk, berasa bawa matik drag nih. Begitu mulai jalan, baru deh. Baru keluar pagar, terasa bantingan luar biasa dari suspensi depan. Glodakh..glodagh…Sama sekali tidak ada redaman, yang ada bunyi benturan besi doang. Wasyemb lagi nih, apa jebol nih sokbreker depan? Karena keburu tutup tokonya, saia tetap laju.

alay7Skip–skip, usai mendapatkan barangnya, langsung pulang, dengan tetap merasakan bantingan suspensi yang bujug, keras dan berisik. Sampai rumah, setelah beres urusan perlampuan, saia cari keponakan yang punya Vario tadi. MAksud hati mau tanya, apa sokbreker-nya sudah rusak tuh? Ketemu, dan tebak, apa jawabannya masbro? Yang depan, sokbreker hampir dimatikan, karena diturunkan, hanya sisa 1-2 cm saja untuk main. Wah, ya pantes. Jarak main hanya segitu, kala mendapat bebean lebih, mentoklah tabung bawah dengan segitiga. Glodagh….besi ketemu besi je. Lanjut ke belakang. Ternyata, meski sokbreker belakang masih berfungsi, karena sudah aplikasi ban tipis, terasa sekali kerasnya roda. Redaman sokbereker belakang sudah tak terasa, yang terasa hanya keras. Maklum, tapak ban sempit, karena velg juga sempit. Alhasil, karet ban tidak mampu menyumbang redaman, seperti layaknya ban bawaan yang lebih besar.

alay vario“Oalah le, kok seneng men numpak adapes ngene, marai soro, loro kabeh. Ayahab pisan” Terjemahan : “Nak, nak, kok ya suka naik motor kayak begini, bikin susah, sakit semua. Bahaya pula” Si empunya cuma cengengesan, sambil masih berkilah, “penting gaul om” Wasyembbb…piye ngene iki? Untung bukan anak saia, kalo nggak, sudah saia gantung tuh motor di plafon rumah :mrgreen:

Silakan salurkan jiwa modifmu, asal tidak membahayakan, dan melanggar aturan. Keep safety ya masbro..

Advertisements

5 comments on “Cobain tunggangan anak muda (2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s