Wow…itu kata yang saia batin pas mbaca artikel di koran JP hari ini. Satlantas Polres Malang, kini memberlakukan penahanan kendaraan, selain penyitaan STNK pada pengguna jalan yang tidak dapat menunjukkan SIM (Surat Ijin Mengemudi). Sebuah tindakan tegas yang diharapkan dapat menciutkan nyali pelanggar. Tidak pandang bulu, apapun . Gak perduli R2 alias sepeda motor, R4 a.k.a mobil juga dipelakukan sama.

Memang sih, sebelumnya, bila ditemui pelanggar yang gak punya/gak bawa SIM, hanya STNK kendaraan saja yang ditahan. Nantinya, bisa diambil setelah proses tilang selesai. Kalo tindakan ini terus diintensifkan dan diberlakukan, saia yakin jumlah pelanggar akan turun drastis. Lha ya pikir-pikir tho, bisa-bisa motor ngandang di kantor polisi gara-gara gak ada SIM. Baru bisa diambil jika bisa menunjukkan SIM plus menyelesaikan proses tilang. Wuih, ribet…
Semoga aja bisa diikuti satuan selain di Polres Malang, sehingga angka pelanggaran lalu lintas menurun, ujungnya kecelakaan juga bisa ditekan.
Sebagai logika saja, kalo punya SIM, berarti minimal punya kecakapan mengemudi dan paham peraturan lalu lintas (selain SIM nembak lho ya… )
Sementara praktek di lapangan berkata lain. Yang punya SIM saja buwanyak yang ngelanggar, apalagi yang gak punya SIM…
Yah, kembali ke faktor manusianya saja masbro…semoga semua selamat di jalan raya yang makin ‘ganas’ ini…
keep safety riding…
sumber : JP 28/01/2012
Mudah2an diikuti daerah lain, tapi kantor polisinya muat nggak ya, kan banyak anak2 smp yg bawa motor, dan pasti blm punya SIM, kan masih di bawah 17 tahun
LikeLike
hehe betul..
kantor polisi perlu diperluas, pada akhirnya 😀
LikeLike
🙂
LikeLike
waduh saya seorang pelajar msih umur 16thn sangat perlu namanya motor menunjang sekolah .. selama ini gak pernah bawa apa apa..kec. kontak doank ..
stnk gak dikasih .. ama ayah
waduh jadi takut
LikeLike
ngomong aja sama bapak-e, bim, daripada bermasalah d jalan…
) en bisa tanggungjawab, pasti dikasi deh sama bapak-e
asal gak disalahgunakan (ngeluyurdotcom
LikeLike
iyo bim, bener..
nik kecekel polisi motormu iso diangkut pikap 😀
LikeLike
udah pernah om 😀 .. tapi tetep aja katanya cuma sekolah aja 4km PP 😀 .. ya udah nurut
padahal nyata nya dah tk bawa berpetualang kemana2 😀
LikeLike
setujuhhhhh…
LikeLike
kadang, biar tertib perlu sedikit di’kerasi” sam…
LikeLike
tapi razianya paling 1 bulan sekali..di tempat saya malah 1 bulan blm tentu ada razia..,kalo hari2 razia ga muat lahan parkir kantor polisi.. 🙂
LikeLike
kalo gak muat, bisa ditumpuk, maksimal 10 tumpuk 😆
LikeLike
aturan indonesia cuma anget2 tahi ayam…
LikeLike
iyo…rata-rata idem gitu..
LikeLike
….(yak/lia) : wartawan’e jenenge yayak, redaktur’e namanya mbak Lia. hehe..
LikeLike
wakakakakak….osi ae rek cacak iki…
endi iki yayak gak njedhul padahal dirasani
LikeLike
Hayo Pak polisi, anggap komen-komen di atas sebagai tantangan. Saya sangat mendukung, kalau motor gak mau ditumpuk di halaman polres, kepanasan dan kehujanan, ya jangan pakai motor di jalan raya tanpa SIM. Coba itu yang masih 16tahun, kalau nunggu harus punya SIM apa gak harus nunggu 17 tahun, berarti motor harus ngendon setahun di Polres. Salut untuk Polres Malang, sampaiakan juga ke pusat, biar bisa dijadikan aturan secara Nasional.
LikeLike
:_)
LikeLike