Pentingnya komunikasi dengan pengguna jalan lain

Semalam, saia dapat kabar duka dari tetangga. Yaitu seorang ustad, yang kebetulan rumahnya di belakang rumah saia. Beliau mengalami kecelakaan 2 hari yang lalu, dan sedang dirawat instensif di ICU RSSA Malang dengan kondisi masih tidak sadar. Eh, malam pas pulang lembur, dicegat kawan-kawan nongkrong di sebelah rumah, kalo ternyata, sekitar habis Maghrib, Cak Imron, demikian beliau akrab saia sapa, meninggal, di usia kalo gak salah 42 tahunan.

Akhirnya, tadi pagi, dimakamkan di TPU setempat. Nah, sambil melayat dan ngobrol dengan beberapa kerabat Cak Imron, saia tanya kronologis kecelakaannya bagaimana. Soalnya, masih simpang siur, ada yang bilang ditabrak, nabrak dsb.

kecelakaan

Salah satu kerabat menceritakan, kalo sebenarnya yang terjadi adalah tabrakan “pelan” antara motor Jupiter MX Cak Imron dengan motor matic yang ditunggangi seorang wanita pekerja pabrikan di daerah Randuagung, Singosari. Kronologisnya, Cak Imron melaju dari arah utara (Lawang) menuju selatan. Pas di pertigaan Coca-cola (nama daerah situ), ada wanita yang hendak menyeberang, masuk ke jalan perusahaan, dari arah selatan menuju timur. Posisi keduanya sama-sama mengerem dan berhenti beberapa saat. Karena saling menunggu dan sangat dimungkinkan salah paham, keduanya lalu sama-sama maju. Walhasil, kedua motor berbenturan, dengan kecepatan yang sangat rendah,kalo saia bilang. Lha wong kan baru saja berhenti…

Kedua pengemudi jatuh dari kendaraan masing-masing, meskipun, yang sangat disyukuri, kondisi lalu lintas pas rada sepi. Si wanita jatuh, dan mengalami luka ringan, sementara Cak Imron, pas jatuh, helm yang dikenakan, entah kenapa lepas, sehingga sepertinya kepala membentur aspal. Meskipun tidak ada luka berarti, kondisinya waktu itu tidak sadar dan darah keluar dari mulut. DIbawa ke RS dekat situ (Lawang Medika) dan akhirnya karena kondisi dan peralatan yang tidak memadai, dirujuk ke RSSA hingga akhirnya beliau meninggal.

Terlepas dari insiden helm yang terlepas, belum diketahui, apakah memang tidak terkunci/klik atau pengunci terlepas. Namun, yang saia amati, seringnya kita sebagai pengendara tidak berkomunikasi dengan pengguna jalan lain, misal pengemudi mobil, pengendara motor dan penyeberang jalan. Lho, gimana komunikasinya coba? Ngobrol??

nyalipYa nggak-lah, alat komunikasi antar kendaraan di jalan ya lampu-lampu dan klakson. Ya, itu adalah sarana yang sekilas remeh. Memang, untuk motor, lampu depan siang wajib nyala. Tapi, alangkah baiknya, selalu gunakan lampu dekat, dan lampu jauh/dim/passing untuk memberi isyarat pada kendaraan lain. Misal, kita hendak menyalip, silakan pantau kondisi depan-belakang lewat spion, nyalakan sein, beri isyarat lampu jauh/dim lalu baru salip. Kalo perlu, bunyikan klakson, cukup sekali atau 2 kali, jangan pencet terus…berisik.

pakpol nyalip nge-dim

Nah, saia sendiri pernah mengalami kejadian hampir serupa dengan korban, sama-sama sempat mengerem. Akhirnya, dalam waktu singkat, saia inisiatif mengklakson 2 kali, lalu mendahului jalan,setelah sebelumnya saia pastikan kendaraan lawan memahami isyarat klakson saia. Tentunya, selain klakson atau lampu dim/passing, isyarat tangan juga bisa kok. Dalam posisi kendaraan sama kayak ilustrasi, keduanya berhenti, kita bisa persilakan kendaraan lawan jalan dulu dengan isyarat tangan. Sayang, gak nemu gambar yang pas nih, tapi pasti pada paham kan, cara memberi isyarat “silakan duluan” ??

jalanYah, sekedar pemikiran pribadi saia, terkait kasus kecelakaan ini. Semoga beliau dilapangkan jalannya, sesuai amal ibadahnya, keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan korban yang sakit segera sembuh. Tetap berkendara dengan aman dan tertib berlalu lintas. Semoga berguna dan silakan dikomentari lho…

gambar :yudhadeep, google

Wah, distributor resmi AHRS sudah ada di Malang

Yup, Selasa kemarin pas ngantor, baru ngeh kalo di ruko Karanglo, yang biasanya terpajang beberapa motor trail Diablo, ternyata sudah berganti wajah menjadi distributor AHRS. Dah pada ngeh kan sama brand ini? Ini merupakan usaha milik Asep Hendro, salahsatu pembalap kawakan Indonesia, yah era 90-2000an 😉

IMG02335-20150128-0722

Usut punya usut dan cari info, ternyata, launching distributor AHRS ini dilakukan Minggu kemarin, 25/01/2015 dengan sang bos AHRS sendiri. Sekilas lihat sih, gede juga, secara 3 blok ruko dijadikan 1 usaha. Ntar deh, kalo ada waktu mau mampir kesono, sekalian mau ada yang dicari 😉

Ulasan menyusul ya…

Perpanjang SIM sebelum waktunya? Bisa dan boleh kok

Saia posting artikel ini untuk sekalian menjawab komen masbro riezal https://aslimalang.wordpress.com/2011/01/31/urus-perpanjangan-sim-di-satpas-sim-polres-malang-1/#comment-2711, yang kemarin menginformasikan, kalau saat beliau hendak memperpanjang SIM yang masa berlakunya masih 4 bulan lagi, ternyata ditolak oleh petugas di Satpas SIM Polres Malang.
Saia copas disini
“Saya tadi (20 januari 2015). Diajak ruwet sama petugas ketika mau perpanjang sim a. Karena sim a saya masa aktifnya masih juni 2015. Perpanjangan sim saya ditolak dengan dalih kartu untuk sim nya limit. Padahal saya sudah tanya dulu sebelum daftar. dibolehin dan disuruh tes kesehatan + foto copi. Saya perpanjang bulan ini (januari 2015) karena saya mau pergi merantau ke batam. Mengecewakan lah intinya. Pak polisinya (petugas) ga membantu sama sekali, ga ada pengertian. *meso mezo nang njero ati 😀 ”

perpanjang sim
Jadi, sebenarnya, Continue reading

Angkot di Malang mogok beroperasi

Pagi ini, 22/01/2015, ratusan angkot berbagai trayek di kota Malang, memenuhi badan jalan di seputar alun-alun Tugu, depan Balaikota & DPRD Kota Malang, serta jalan di depan Stasiun KA Kotabaru.

angkot-mogok

Mereka mogok beroperasi terkait difungsikannya bus sekolah khusus pelajar oleh Pemerintah Kota Malang. Sebenarnya, 4 unit bus sekolah ini juga baru 2 harian ini beroperasi, mengangkut pelajar di kota Malang. Padahal, rencana beroperasi sudah bergulir beberapa bualan lalu. Karena penolakan sopir angkot, terpaksa ditunda sampai dua kali, hingga akhirnya baru minggu ini dioperasikan

Jadi, buat masbro yang hendak melewati area tersebut, sudah disiapkan pengalihan  jalur oleh rekan-rekan Dishub dan Polresta Malang. Nah, bagi yang barusan datang di stasiun KA Kotabaru, dan hendak ke berbagai jurusan, mau tidak mau ya harus pilih taksi atau carter kendaraan 😦

Semoga bermanfaat

gambar : malangraya.web.id, tadi gak sempat motret, krodit 😆

Balapan, tersesat, eh ditahan polisi

Pembalap Italia di ajang rally Dakar, Matteo Casuccio rupanya apes. Via motorcyclenews.com, saat melintasi CIle, pembalap yang nunggang KTM ini tersesat dan tidak sengaja, melintasi situs bersejarah di daerah padang pasir, yang dilindungi pemerintah setempat.

Nggak tahu, kesasar karena apa, yang jelas, nih rider keluar jalur berbarengan dengan pengendara quad, Kees Koolen. Akhirnya, masih dalam kondisi bingung karena tersesat, si Matteo dan rekannya ini ditangkap polisi setempat, setelah mengetahui area terlarang/dilindungi tersebut dilewati.

matteo

Tilang?? Nggak tahu juga sih, yang jelas karena faktor ketidaktahuan dan juga kondisi dalam perlombaan, akhirnya 2 pembalap apes ini dibebaskan dengan status penundaan pemeriksaan. Yang jelas, Matteo menyatakan kalau hal itu bukanlah kesengajaan, dan  tidak ada maksud untuk merusak situs bersejarah yang dilintasinya.

Nasib..nasib..emang sih, lha kalo di padang pasir, mau tanya siapa coba?? Wong gak ada penduduk 😆 . Tapi biasanya, kalo ada area khusus misal situs dilindungi atau sejenisnya, dah ada petunjuk kok, entah tanda atau apapun CMIIW

sumber : motorcyclenews.com

“Kemajuan” apa ini??

Miris banget pas mbaca-mbaca artikel kang ama,  pemilik http://www.roda2blog.com, saia lupa judul dan tanggal postingnya :lol:, yang diakhir postingan, sempat nulis, ada anak yang “rada” dimarahi ortunya gara-gara gak berani bawa motor sendiri ke sekolah, padahal dia masih SMP. Degradasi mental, ketidak pedulian, ato trend sekarang??
Masih ingat jelas, jaman saia masih SD-SMP, era 80an. Yang namanya sepeda motor, masih tergolong barang “di atas rata-rata”. Alat transportasi pribadi yang tergolong wah. Ya iyalah, jamannya Honda C-70, Astrea Star, Yamaha V-80 dan seangkatannya. Jalanan pun, relatif lebih sepi dan lancar, jauh beda dengan sekarang. Sarana transportasi, selain sepeda angin/pancal, buat angkutan umum juga terbatas. Palingan bemo (R3), Isuzu KA (mbah-e Isuzu Bison) daan….dokar 😆

yamahagambar : yamahafriends.wp.com
Bisa punya motor, bagi orang biasa, sudah sangat wah. Bisa kemana-mana dengan efisien. Kalo bapak, kebetulan rada ekstrem, benci produk Japanese katanya, walhasil, tunggangan beliau sampe sekarang ya Vespa 😉
Saia, belajar pertama kali naik motor pake C-70 punya pakdhe. Yah, sukur bisa ajah, wong masih SD kelas 5 kalo gak salah. Pas pakde ke rumah, saia pinjam buat jalan di seputar kampung ajah, plus masuk komplek militer depan rumah. Itu tanpa setahu bapak, soale belum boleh, masih kelewat kecil katanya. Dasar bandel, udah bisa bebek, penasaran sama si gajah, Vespa PX150 punya bapak. Pas beliau tugas luar kota, ambil kunci di tempat biasa, bawa deh main-main. Bisa? Iya dong, kan tiap hari dianter sekolah dibonceng, tahu-lah cara oper persneling, rem si Vespa.
Kok ya ndilalah, saia bawa agak jauh, ke pusat kecamatan, jadi sedikit nyerempet liwat jalan raya, eh, diklakson truk dari belakang, takut, banting kiri, nyerempet mobil TNI-AU, ndlosor deh……
Untung sang bapak AL gak marah, kebetulan mobilnya juga gak lecet parah. Bangun sendiri, keburu ketahuan polisi ntar, pamitan sama bapak AL tadi, ngacir pulang. Kondisi? Saia lecet di dengkul, siku, telapak tangan. Kepala aman, helm SNI merk DMI jaman itu 😆 Motor-e? Berantakan masbro, lampu depan pecah, setang melintir gak kompak sama roda, spatbor depan kegerus aspal, bodi samping-belakang dedel duel, gak cuman baret, tapi dah cuil-cuil..hiiyy
Begitu bapak pulang, jelas marah besar. Gak cuma soal motor yang rusak, yang utama memang keselamatan saia. Saia baru ngeh-nya beberapa waktu kemudian. Coba, gimana kalo lalu lintas dah rame kayak sekarang??? Hiiyyy…ngeri mbayanginnya..
Nah, kembali ke awal, kok ya bisa, orang tua justru melepas anak yang belum cukup umur, sendiri naik motor ke sekolah?? Kalo sekedar belajar di jalan kampung, saia masih “rada” sepakat, asal pake perangkat keselamatan, minimal helm+jaket. Tapi kalo jalan raya?? Secara mental saja, anak di bawah umur, pasti masih sangat labil. Dari segi emosi, nyali, ketenangan, wah….masih gak banget deh. Ntar, diklakson bus/truk aja dah gugup, akhirnya malah handling kacau, ujungnya bisa jatuh. Belum lagi kalo emosi, entah pas bareng teman seusia, diejek-lah, dipanasi-lah, nekat ngebut, walah malah bahaya.

anak-smp-naik-motor626834063gambar : om kobay.com

Sebenarnya, aturan resmi supaya seseorang boleh mengendarai kendaraan bermotor di jalan raya, adalah harus punya SIM. Nah, resminya, untuk memperoleh SIM tersebut, harus berusia minimal 17 tahun, dibuktikan dengan punya KTP. Kemudian, juga harus lulus ujian teori dan praktek soal kemampuan mengemudi di jalan. Jelas to?? Nah, masalahnya, gak hanya burung dan babi hutan, SIM aja bisa ditembak 👿 , jadinya belum cukup umurpun bisa punya, asal siapkan duit lebih 👿
Maka dari itu, sebagai sesama orang tua, ada baiknya kita juga peduli dengan keselamatan anak. Rasa sayang, bukan hanya soal materi, contoh nyata, anak minta motor, dituruti aja, padahal masih belum mampu dia mengendalikan motor itu. Bila memang belum punya SIM, usahakan jangan sampai deh, mengendarai motor di jalan raya, meski dia sudah bisa dan menguasai motornya. Kalo ada musibah di jalan, gimana coba?? Iya kalo ngetik di komputer, bisa di-undo, lha kalo ini??? 😉
At least, memang butuh sedikit ekstra, jadi mondar-mandir mengantar, karena anak belum bisa dan belum punya SIM. Tapi, yang penting adalah keselamatan toh? Demikian juga sebaliknya, bila anak sudah mampu, dan punya SIM, Silakan saja bawa sendiri motornya, asal tetap hati-hati, taati peraturan lalu-lintas dan harus pakai perlengkapan keselamatan a.k.a helm, jaket dan sepatu.
Keep safety on the road..

Rencana baksos & donasi untuk bencana longsor banjarnegara

azizyhoree's avatarAzizyhoree's Blog

Inalillahi … Jumat petang 12 Desember 2014 gemuruh tebing dan bukit runtuh menimpa Sebanyak 46 rumah warga di Dusun Jemblung RT 05/RW 01, Desa Sampang, Kecamatan Karang Kobar, Kabupaten Banjarnegara, hingga rata dengan tanah. Evakuasi masih terus dilakukan belasan hingga puluhan telah berhasil di evakuasi .. Namun diperkirakan ada sekitar 100 orang lebih yang tertimbun longsor …… Sementara Warga yang selamat & warga sekitar yg mengungsi karena dikhawatirkan tanah yg labil akan menyebabkan longsor susulan ….. Masih membutuhkan bantuan sandang pangan dan obat obatan

image

hanya merepost berita mungkin sudah banyak yg bisa melakukannya …..

View original post 209 more words